Breaking News

Senin, 25 Maret 2013

Makam As Syahid Sheikh Ramadhan Al-Bouti di sebelah makam Sultan Salahuddin Al-Ayubi



















Read more ...

Syeikh Ramadhan Buti selamat disolatkan








KALAM SYEIKH MUHAMMAD ALI AS-SOBUNI BERKAITAN DENGAN PEMBUNUHAN ALMARHUM SYEIKH DR SA'ID RAMADHAN AL-BUTI..:-)

Pandangan Asy-Syaikh Ali As-Shobuni terhadap pembunuhan atas Asy-Syaikh Sa'id Al-Buthy;

"... Kami di Syiria yakin betul bahwa perbuatan ini adalah ulah pendukung Al-Asad. Kami tahu mereka, pandangan kelompok mereka, yang sudah memusuhi kami belasan tahun. Mereka telah membunuh ulama-ulama Libanon seperti Syaikh Hasan Khaled mufti Libanon, dan puluhan ulama di Syiria.

Saya harap agar umat Islam mendoakan rahmat bagi setiap orang yang terbunuh dan syahid di bawah panji kebenaran. Dan di dalam kematian, semua manusia setara. Kita sedih atas tetesan darah yang mengalir. Dan anak-anak, orang tua, serta wanita yang terbunuh tiap hari tidaklah lebih rendah martabatnya di antara yang lain, begitupun orang yang kita diamkan dari membunuhnya maupun orang yang kita benci (untuk) membunuhnya.

Ini adalah agama dimana darah di antara kita diharamkan. Dan di hari terbunuhnya al-Buthy, telah terbunuh pula tidak kurang dari seratus lima puluh orang di tangan pasukan terkutuk itu. Duhai Allah, terimalah para syuhada kami, ampuni mereka..."

 KEHILANGAN SALAH SEORANG IMAM MUJTAHID DI ABAD INI..INILAH KALAM SYEIKH DR ALI JUM'AH,MANTAN MUFTI MESIR..:-)

Syeikh Dr Ali Jum'ah pernah ditanya oleh anak muridnya berkenaan berapa ramaikah mujtahid yang masih hidup di dunia ini. Lantas sheikh menjawab hanya dua orang iaitu yang pertama Al Allamah Sheikh Dr Yusuf Al Qardhawi dan yang kedua Al Allamah Sheikh Dr Muhammad Sa'id Ramadhan Al Buti.



GAMBAR AS SYAHID SYEIKH DALAM RAMADAN BUTI dalam kenangan abadi...........
Moga ALLAH rahmati roh beliau Al Fatihah 







Read more ...

SYEIKH DR RAMADHAN AL-BUTI Mati Syahid -AL FATIHAH


MADRASAH RAHMANIAH PONDOK TUAN GURU H SALLEH MUSA 

Menghadiahkan Fatihah kepada Syeikh Ramadhan, lebih kurang 3000 pelajar kuliah umum yang mengikuti kuliah tadi pagi merasa sedih dan iba dengan kepergian TOKOH ULAMA SUNNI, Semoga Allah membalas kejahatan bagi mereka yang terlibat degan pembunuhan ulama kita, Semoga Allah menghancurkan  kerajaan basyar yang sangat zhalim, Basyar Asa'ad Pemimpin SYIAH yang sangat jahat.

Jenazah Asyahid Syeikh Ramadhan dikebumikan tanggal 23 Maret 2013 setelah shalat Zhuhur.




PEMBUNUHAN KE ATAS SYEIKH DR RAMADHAN AL-BUTI DISEBABKAN KARENA BELIAU MENDUKUNG RAKYAT SYIRIA UNTUK MENGGULINGKAN PEMIMPIN SYIAH SYIRIA !

Namun di akhir hayatnya, Dr Bouti telah berpaling arah dan menyatakan kesediannya untuk mendukung rakyat dalam revolusi mengguling pemerintahan Assad. Beliau juga telah merancang untuk keluar dari Syiria bersama keluarganya, dan perkara ini memungkinkan menjadi faktor pembunuhannya.

كلمات البوطي الأخيرة قبل رحيله..مؤثر

Perkataan SYEIKH RAMADHAN BUTI terakhir sebelum pemergiannya



SYURGA BUATMU WAHAI ASY-SYAHID IMAM AL-MUJTAHID..INSYA ALLAH..:-)
 SYURGA BUATMU WAHAI ASY-SYAHID IMAM AL-MUJTAHID..INSYA ALLAH..:-)








Read more ...

Senin, 18 Maret 2013

Albani Menilai Imam Bukhori Bukan Seorang Muslim!


Kaum Wahabi sangat anti terhadap takwil, mereka mengingkari takwil secara mutlak; walaupun takwil tersebut takwil yang baik (terpuji), bahkan mereka mengatakan bahwa yang melakukan takwil sama dengan merombak dan menghancurkan al Qur’an, sebagaimana itu dinyatakan oleh al Albani dalam karyanya Syarh ath Thahawiyyah, h. 18 dan oleh Ibn Bas dalam karyanya at Tanbihat, h. 34 dan 71.

Sungguh, Wahabi itu buta (atau pura-pura buta) terhadap hadits nabi ketika Rasulullah mendoakan sahabat Abdullah bin Abbas, berkata:

اللهم علمه الحكمة وتأويل الكتاب. رواه ابن ماجه
“Ya Allah ajarilah ia hikmah dan takwil al Qur’an” (HR. Ibnu Majah)

berdasarkan hadits diatas “Apakah Rasulullah SAW berdoa untuk Abdullah ibn Abbas untuk tujuan baik atau untuk tujuan jelek????”.

Ibn Bas dalam fatwanya nomor 19606, tanggal 24 bulan 4 tahun 1418 H berkata:
“Sesungguhnya mentakwil teks al Qur’an dan Sunnah yang datang dalam menyebutkan sifat-sifat Allah adalah perbuatan menyalahi kesepakatan semua orang Islam dari mulai para sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang berada di atas jalan mereka hingga hari ini”.
Entah dari mana Ibn Bas mengutip perkataannya yang ia sebut sebagai “kesepakatan semua orang Islam” ini. Padahal Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, j. 5, h. 24 cet. Dar al Fikr, mengutip perkataan al Qadli ‘Iyadl, menuliskan sebagai berikut:
“Tidak ada perbedaan di kalangan semua orang Islam, baik para ahli fiqih di antara mereka, ahli hadits, ahli teologi (ahli tauhid), para ulama, maupun para muqallid-nya bahwa teks-teks yang zahirnya seakan menyebutkan Allah berada di langit, seperti firman-Nya “A-amintum man fissama’” dan semacamnya; bahwa itu semua tidak dipahami secara literal, tetapi semua itu dipahami dengan takwil, perkara ini telah disepakati oleh mereka semua”.
Apa yang ditulis oleh al Qadli ‘Iyadl ini adalah kesepakatan (ijma/konsensus) Ahlussunnah Wal Jama’ah; bahwa takwil adalah metodologi yang harus dipakai dalam memahami teks-teks mutasyabihat.

Adapun apa yang dikatakan Ibn Bas bahwa “takwil tidak boleh diberlakukan” yang disebutnya sebagai “kesepakatan”; maka itu adalah kesepakatan para Ahli Tasybih dan Tajsim dari dahulu hingga sekarang; termasuk di dalamnya faham Wahabi.

Di antara bukti “keanehan” Ibn Bas; setelah ia berbohong besar mengatakan bahwa takwil tidak boleh diberlakukan… eeeh ternyata ia menyalahi dirinya sendiri. Lihat, dalam majalah al Hajj, edisi Jumada al Ula, th. 1415 H, di hlm. 74 Ibn Bas mentakwil firman Allah: “Wa Huwa Ma’akum Ainama Kuntum”; ia mengatakan bahwa yang dimaksud ayat tersebut adalah “ma’iyyah al ‘ilm”; bahwa Allah mengetahui setiap orang dari kalian di manapun kalian berada. (Ajaiiiiib????? Ia mentakwil “ma’akum”; tidak dipahami secara harfiyah seperti kebiasaannya).

Sungguh celaka engkau Ibn Bas, engkau  mengatakan “semua orang Islam sepakat tidak boleh memberlakukan takwil”, tapi anda sendiri memberlakukan takwil !!!???


Kemudian lagi Albani pernah mengeluarkan fatwa yang isinya secara tidak langsung telah mengkafirkan al-Imam al-Bukhari, karena Imam al-Bukhari beliau melakukan ta'wil terhadap ayat 88 surah al-Qashash “كل شيء هالك إلا وجهه أى إلا ملكه”, "tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah". (al-Qashash: 88)". “Maksud `illa wajhah, adalah `illa mulkahu (kecuali kerajaan-Nya)” (Shahih al-Bukhari). 

Ketika ditanya tentang penakwilan seperti dalam Shahih al-Bukhari tersebut, al-Albani mengatakan dalam kitab karyanya; al Fatawa, hlm. 523: “هذا لا يقوله مسلم مؤمن”, “Siapa yang mentakwil firman Allah “Kullu Sya’in Halikun Illa Wajhahu” maka takwilnya adalah sesuatu yang tidak akan dikatakan oleh seorang muslim” 


dibawah ini bukti scan kitab Fatawa al-bani





                                                        Fatawa Al-Albani, halaman 523

Padahal Imam al Bukhari telah mentakwil ayat tersebut, beliau mengatakan “Illa wajhahu” artinya “Illa Mulkahu”. Dengan demikian makna ayat tersebut “Segala sesuatu akan punah kecali kekuasaan/kerajaan Allah”. lihat Shahih al Bukhari dalam tafsir surat al Qasas.

Kalau Imam Bukhori saja dianggap bukan seorang muslim, maka berarti sama saja al Albani mengkafirkan Imam al Bukhari. Anda lihat kembali al Albani berkata: “Siapa yang mentakwil firman Allah “Kullu Sya’in Halikun Illa Wajhahu” maka takwilnya adalah sesuatu yang tidak akan dikatakan oleh seorang muslim”.


Tambahan Penting:

Al Bukhori mengatakan:

ما كتبت في كتاب الصحيح حديثا الا اغتسلت قبل ذالك وصليت ركعتين
… ” Aku tidak menulis satu hadits di kitab sahih kecuali aku mandi terlebıh dahulu dan sholat dua raka’at”

Nah Lho apa apaan ini imam bukhori, beribadah tanpa ada contoh dari Rosul? berarti imam Bukhori udah berbuat bid'ah dong.

Nah Mulai sekarang para Wahabi/salafi palsu jangan ambil satu hadits pun dari kitabnya al bukhori yang ternyata adalah ahli bid’ah…….
Read more ...

Kamis, 07 Maret 2013

Bukti Albani (wahabi) adalah Dajjal /Penipu – Terbongkar Cara Albani mendoifkan hadis


Cara Albani Melakukan Kecurangan

KECURANGAN ILMIAH SYAIKH AL-ALBANI (AHLI HADITS SALAFI-WAHABI) DALAM MENGHUKUMI SHAHIH TIDAKNYA SUATU HADITS.


1. DALAM HADIS TAWASSUL : PERAWI YG BERNAMA Sa’id bin Zaid DIKATAKAN DHOIF
Dalam gambar scan di atas, ada perawi bernama Sa’id bin Zaid, saudara Hammad bin Zaid, al-Albani menilai haditsnya lemah, dho’if, ketika hadits yang diriwayatkan berkaitan dengan kebolehan bertawasul dan bertabaruk dengan makam Nabi saw. Hal ini seperti ia jelaskan dalam kitab al-’Tawassul.

2. DALAM HADIS SELAIN TAWASSUL : PERAWI YG BERNAMA Sa’id bin Zaid DIKATAKAN HASAN (BAIK) / JAYYID
Akan tetapi, ketika hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Zaid tersebut tidak berkaitan dengan hukum tawasul dan tabaruk dengan makam Nabi saw, maka al-Albani menghukumi Sa’id bin Zaid sebagai perawi yang tidak dho’if, bahkan bernilai hasan dan jayyid, seperti ia tegaskan dalam kitab Irwa’ al-Ghalil. Monggo, para pembaca, atau dari pakar hadits Salafi-Wahabi mengomentari.


PENIPUAN ALBANI


http://salafytobat.wordpress.com/2013/03/06/bukti-albani-wahabi-adalah-dajjal-penipu-tertbongkar-cara-albani-mendoifkan-hadis/
Read more ...
Designed By